BENGKULU SELATAN – Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polres Bengkulu Selatan kembali diresmikan.
Kali ini, jembatan Air Betelang yang berada di Desa Gindo Suli, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, resmi digunakan masyarakat setelah dilakukan perbaikan melalui program Jembatan Merah Putih Presisi.
Peresmian jembatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (17/09/2026) dan diresmikan langsung oleh Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian, S.I.K., M.Si.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Polres Bengkulu Selatan, unsur Pemerintah Kecamatan dan Desa, TNI, Tokoh Masyarakat, serta warga Desa Gindo Suli.
Dalam kegiatan tersebut hadir Kabag SDM AKP Rasi Ginting, S.H., Kasat Intelkam AKP Roni Mulyanto, S.Kom., M.H., Kasat Reskrim AKP Reno Wijaya, S.E., M.H., Kasat Lantas Iptu Muklis Syayuti, S.H., M.Si., Kapolsek Manna Ipda Edo Ardo, S.H., serta Kasi Humas Ipda Meki Tampubolon, S.H.
Selain itu, turut hadir Camat Bunga Mas Andi Setiawan, S.E., Pjs. Kepala Desa Gindo Suli Soneta, S.E., Babinsa Serma Thamrin dan Sertu Kusnoto, tokoh masyarakat Miran dan Adnan, personel Polres Bengkulu Selatan, personel Polsek Manna dan Bhabinkamtibmas, serta masyarakat Desa Gindo Suli.
Jembatan Air Betelang memiliki peran penting bagi masyarakat karena menjadi akses penghubung menuju tiga desa, yakni Desa Talang Indah, Kuripan dan Padang Nibung.
Selain itu, jembatan tersebut juga menjadi salah satu akses utama masyarakat Desa Gindo Suli menuju kawasan sentra produksi pertanian dan aktivitas ekonomi warga.
Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian, SIK, M.Si mengatakan, keberadaan jembatan yang telah diperbaiki tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari.
“Perbaikan jembatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, mobilitas warga menjadi lebih lancar dan konektivitas antarwilayah dapat semakin kuat,” ujar AKBP Aron Sebastian.
Menurutnya, infrastruktur penghubung seperti jembatan memiliki arti penting bagi masyarakat pedesaan.
Selain memudahkan mobilitas, akses yang baik juga dapat mendukung masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian dan menjalankan aktivitas perekonomian.
“Kami berharap masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan jembatan ini dengan sebaik-baiknya. Infrastruktur yang sudah diperbaiki merupakan fasilitas bersama yang manfaatnya harus dirasakan dan dijaga secara berkelanjutan,” tambahnya.
Perbaikan Jembatan Merah Putih Presisi tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, meningkatkan konektivitas antardesa, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya warga Desa Gindo Suli dan desa-desa yang menggunakan akses tersebut. (thor)
